11-April (day2)
Istanbul, here we come!!!
Kami serombongan tur kurang lebih 19 orang langsung menuju imigrasi setelah sebelumnya melakukan visa on arrival. Antrian Imigrasi di bandara sangat panjang, seperti antri masuk dufan saat liburan sekolah. Saya mengantri kurang lebih 1 jam, selagi mengantri saya mulai berkenalan dengan peserta tour lainnya. Ternyata kebanyakan dari mereka adalah peserta tour yang batal berangkat ke Jepang...
| Perjalanan dari airport menuju Gallipoli, tulip sedang bermekaran |
Perjalanan dari airport ke Gallipolli untuk lunch sangat jauh, dan kami semua kelaparan. Saat bus berhenti untuk toilet stop, saya mencoba roti yang dijual penduduk setempat di tempat pemberhentian tersebut. Rotinya seperti roti canai, di dalamnya di beri keju dan biasanya di sajikan dengan teh Turki yang pahit sekali namun segar. Setelah cukup kenyang, perjalanan di lanjutkan ke Gallipolli.
Kami sampai di Gallipoli menuju pelabuhan. di dekat pelabuhan kami makan siang. Menu makan siang kami adalah salad, ikan bakar dan nasi. Nasi yang disajikan sangat unik, rasanya seperti nasi hainam, namun di beri biji-bijian dan kacang didalam nasinya. Rasanya enak! Ikannya juga segar, tidak amis dan tidak terlalu banyak duri. Kami serombongan masuk ke dalam ferry untuk menuju Canakkale. sekedar info, Turki terletak diantara dua benua, yakni Asia dan Eropa, saat di Istanbul maupun Gallipoli saya berada di benua Eropa dan sekarang menuju Canakkale dimana kami meninggalkan benua Eropa menuju Benua Asia.
Tiba di Canakkale, menuju ke peninggalan kerajaan Troy yang terletak 30km dari ibukota propivinsi Canakkale.Dalam hati saya bertanya-tanya seperti apakah Troy saat dulu? Mengingat kembali cerita film Troy yang dibintangi Brad pitt sebagai Achilless membuat saya membayangkan sisa Troy yang hebat itu pasti masih ada sisa kemegahan. Sesampainya di sana, saya dijelaskan oleh pemandu lokal bahwa Troy sempat dibangun sampai 6 kali, setiap kali hancur, maka mereka membangun kembali diatas reruntuhan Troy sebelumnya. Saat masuk peninggalan Troy di kanan kiri saya terdapat dinding batu yang dulu dipakai sebagai pertahanan saat perang Troya (Trojan War). Jalanan masuk kerajaan Troy sempit dan berkelok, hal ini karena mereka membangun dinding batu yang tingginya mencapai 20 kaki. Dan terdapat gerbang yang hanya di buka untuk penduduk yang keluar masuk kerajaan. Saat perang terjadi, gerbang di jaga sangat ketat dan ditutup, hal ini mencegah supaya prajurit Sparta tidak dapat masuk.
![]() |
| the legendary wall of Trojan |
Peninggalan lainnya yang penting adalah replica kuda yang di kirimkan kerajaan Sparta. Replica ini di buat semirip mungkin dengan aslinya. Dengan tinggi 10M dan terbuat dari kayu, kuda kayu ini dulunya mampu menampung 30 prajurit Sparta. Perang yang terjadi antara Troy dan Sparta karena Helen sang Ratu Sparta berselingkuh dan kabur ke Troy bersama Paris, putra mahkota kerajaan Troy. Perang terjadi selama 10 tahun tanpa ada yang menang. Pasukan sparta tidak dapat memasuki Troy dan begitu pula sebaliknya prajurit troy tidak bisa menghalau prajurit Sparta. Sebuah ide licik muncul di kepala Odysesseus, Jendral Sparta. Dia mengirimkan kuda Trojan (Trojan Horse) kepada Troy dan mengatakan bahwa kuda kayu ini melambangkan akhir dari peperangan dan mengumumkan Troy pemenang dari pertempuran ini. troy menerima Kuda Trojan tanpa tahu bahwa didalamnya bersembunyi 30 orang prajurit yang siap membasmi mereka. Malam harinya ketiga puluh prajurit tersebut membuka gerbang, saat penduduk dan prajurit Troy kelelahan karena pesta kemenangan mereka. Prajurit Sparta menyerbu masuk, dan itulah akhir kerajaan Troy. Pemandu local kami mengatakan "Beware of Greeks bearing gifts!" hal ini mengarah kepada kisah sedih dibalik Trojan Horse tersebut.
![]() |
| my brother in front of Trojan Horse |
dibawah ini merupakan gambar baklava, yang saya unggah dari internet karena saya lupa memfoto baklava yang saya makan.
![]() |
| baklava with pistachio and hazelnut, source : www. wikipedia.com |
iyi geceler (Good night)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar