![]() |
| kiri ( tongkat asclepius) ; kanan ( tongkat hermes) |
Saat ini dunia medis masih menggunakan kedua lambang ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI ) menggunakan lambang dengan tongkat Asklepius.
![]() |
| salah satu pilar di Asklepion , Source : www.sacres-destinations.com/turkey |
Kembali ke perjalanan kita, sesaat setelah sampai disana saya takjub, Asklepion merupakan tempat yang indah... Memang saat ini Asklepion merupakan sisa reruntuhan, banyak sisa-sisa pilar disana, batu-batu yang menjadi saksi proses kehidupan dan kematian dari orang-orang dulu yang sekarat di sini.
Disini terdapat sebuah terowongan suci yang menjadi tempat untuk meletakkan orang-prang sakit yang ingin disembuhkan. Mereka yang sakit akan dibisikkan mantra bahwa mereka akan sehat oleh monk (tabib) yang menurut kepercayaan adalah murid dari Asklepius, dewa penyembuh. Monk ini disebut Asklepiadae. Bila mereka yang sakit telah sembuh makan akan memberikan persembahan berupa uang yang akan digunakan untuk mebangun kuil Asklepion ini. Namun, banyak juga yang tidak sembuh dan akhirnya meninggal di Asklepion.
![]() |
| terowongan suci yang dulunya untuk meletakkan orang sakit |
Dari Asklepion kami mulai merasa lapar, maka ini menandakan saatnya makan siang!!! dalam perjalanan menuju makan siang, salah seorang peserta tur melihat banyak Tank yang berjejer dan para tentara yang sedang beristirahat. Lalu layaknya turis asing, kami meminta bis untuk berhenti sebentar untuk memotret mereka diari dalam bis. Namun, Sibel local guide kami mengambil inisiatif dengan turun dari bis menanyakan kepada mereka apakah boleh untuk berfoto bersama. Kepala regu mereka mengiyakan, maka kami semua pun antusias berfoto bersama mereka lengkap dengan kendaraan Tank yang sedang terparkir disana ;)
![]() |
| kami berfoto bersama tentara Turki |
"thank you , Sibel " ( bila SIbel membaca blog ini )
Makan siang kami merupakan menu buffet, banyak makanan yang saya tidak tahu namanya, dan mengambil menurut pemandangan mata saya yang kira-kira enbak dilihat.
Setelah makan siang dan perut kami kenyang, saya dan rombongan tur menuju daerah wisata kami selanjutanya yaitu menuju Antiokhia. Sebagian besar umat Kristiani tidak asing lagi mendengar mengenai Antiokhia. Antiokhia merupakan kota tua yang terletak di sisi timur sungai orontes. Dulu Antiokhia ini di bangun oleh salah satu jenderal Alexander agung untuk menyaingi kota Alexandria. Sekarang Antiokhia ini terletak di kota modern Antakya, Turki. Kami menuju House of Virgin Mary yang setelah penyaliban Yesus dipercayai menuju Antiokhia bersama rasul Yohanes dan hidup disini hingga meninggal dunia.
![]() |
| saya di depan patung Virgin Mary, Antiokhia |
Tempat ini dijaga oleh beberapa tentara, banyak orang-orang datang dan berdoa disini. Saya pun ikut menyalakan lilin dan berdoa di dalam rumah Bunda Maria yang sekarang diubah menjadi Kapel. Sayang sekali, tidak boleh memotret di dalam sana. Bahkan sepatu saya pun di bungkus oleh plastik transparan sebelum memasuki kapel. Setelah berdoa, saya menuju mata air yang ada di rumah ini. Menurut Local Guide tur saya, Siebel mata air di rumah ini di percaya memberikan apa yang dibutuhkan. Terdapat tiga buah keran yang langsung berasal dari mata air. Kami dipilih untuk membuka keran air apa saja yang di butuhkan. Mata air tersebut adalah, mata air kesehatan, cinta dan kekayaan. Saya melihat banyak turis yang mengambil air tersebut bahkan membawa botol air minaeral yang kosong. Saya hanya membasuh wajah saya dengan ketiga mata air tersebut. Ketika berjalan beberapa langkah saya melihat banyak yang menulis sesuatu dan mengaitkannya di pagar kawat di tembok. Saya dan beberapa peserta tur pun mencoba menuliskan permohonan pribadi kami di sebuah tissue dan mengaitkannya di kawat tersebut.
![]() |
| my brother and his wishes |











