Senin, 13 Januari 2014

arabian night at christmas part 2

Hari ini kami menuju Dubai Museum, untuk melihat keadaan jaman dulu masyarakat Dubai melakukan kegiatannya, melihat rumah tempat tinggal mereka, serta perkembangannya hingga saat ini. Dahulu kala, masyarakat Dubai merupakan pencari mutiara.
dubai museum


perahu mereka, untuk mencari ikan dan mutiara


kamar tidur jaman dulu
tempat tidur saat musim panas









Perjalanan selanjutnya menuju Jumeira Mosque ( masjid Jumeira). Masjid ini merupakan satu-satunya masjid di Dubai yang dapat dimasuki oleh umat non muslim, sama halnya seperti Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Masjid ini terletak di kawasan Jumeira, yang menjadi salah satu kawasan elit di Dubai. Penduduk yang tinggal di kawasan ini merupakan pejabat pemerintahan maupun ekspatriat.
Jumeira Mosque
Burj al arab


Sesaat sampai disana, berfoto sebentar lalu melanjutkan perjalanan menuju objek wisata selanjutnya yakni menuju atlantis, the palm. Atlantis ini merupakan hotel di daerah The palm ( kawasan di dubai yang berbentuk seperti pohon palem bila dilihat dari atas) yang cukup mewah. Rate kamar disini, sekitar 20 juta rupiah per malam. Di dalam hotel ini terdapat kawasan mall kecil dan terdapat ATM berisi emas. Barangsiapa yang berminat membeli emas, dapat langsung ke ATM terdekat.
salah satu teman tour mencoba membeli liontin emas di Gold ATM




Kamipun kembali ke hotel, untuk selanjutnya akan dijemput menuju gurun pasir, untuk berpetualang dengan jeep safari. Setiba di Hotel, 4 land cruiser siap menjemput kami dan membawa kami ke gurun pasir. Sesaat memasuki kawasan gurun, driver mengempeskan ban dengan sedikit mengeluarkan tekanan angin dalam ban, hal ini supaya ban mobil dpaat menapak dengan sempurna. Petualangan dimulai. Buckle up ! then GO!
Susah digambarkan dengan kata-kata, kalian dapat membuka linik di bawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=ZZe8iaAwj6k

right after desert safari riding
Bila ingin merasakan goncangan yang lebih, saya sarankan untuk mengambil posisi duduk di jok belakang.
whirling dance 
30 menit kemudian, kami diantar ke tengah gurun untuk makan malam disana sembari menonton pertunjukkan belly dance. Makanan yang disajikan berupa bbq dan hidangan khas setempat. Udara mulai dingin seiring dengan terbenamnya matahari dan tiupan angin gurun.
free heena painting at desert



Selesai makan malaam, kamipun diantar kembali menuju hotel, dan bis yang kami naiki sudah menunggu kami untuk membawa kami ke Dubai Mall dan Burj khalifa, dimana saya akan menaiki Burj khalifa menuju observation deck pk 23.30
Burj Khalifa from Dancing fountain view

Sebelumnya kami melihat Dancing fountain yang terletak di taman Dubai Mall. Mirip seperti dancing fountain lainnya, hanya skalanya lebih besar. MAsih ada kira-kira satu jam waktu bebas sebelum kami naik ke obervation deck, saya memutuskan untuk berjalan-jalan di dalam mall. Beragam merchant hadir disini, mulai dari Hermes, chopard, sephora, hingga charles and keith, forever 21 dan masih banyak lainnya. Tiba saatnya untuk masuk ke ruang obervasi. Sekilas mengenai asal muasal nama burj khalifa, awalnya  bernama Burj Dubai namun karena krisis yang dialami pada tahun 2008 pembangunannya sempat terhenti karena kurangnya dana. Presiden Abu dhabi, Sheikh Khalifa menyuntik dana untuk pembangunan tersebut, dan untuk menghormati serta rasa terima kasih makan Burj Dubai di ganti menjadi Burj Khalifa.
Kami berhenti di lantai 124 ( ruang observasi) dan melihat keindahan kota dubai malam hari.

a little bit shaky due to night mode camera

Malam ini cukup melelahkan, dan malam ini menjadi malam terkahir kami di UAE karena keesokan hari, kami akan menuju istanbul, Turkey dan harus bersiap-siap mengalami perubahan cuaca ekstrim.
Sayonara

Selasa, 07 Januari 2014

LOVE is only a word (copied from Paulo coelho's blog)

Life is too short for us to keep important words, for example, ‘I love you’, locked in our hearts.
But do not always expect to hear the same words back. We love because we need to love. Otherwise, love loses all meaning and the sun ceases to shine.
A rose dreams of enjoying the company of bees, but none appears. The sun asks:
‘Aren’t you tired of waiting?’
‘Yes,’ answers the rose, ‘but if I close my petals, I will wither and die.’
And yet, even when Love does not appear, we remain open to its presence. Sometimes, when loneliness seems about to crush everything, the only way to resist is to keep on loving.
Our one true choice is to plunge into the mystery of that uncontrollable force.
Then we discover, when we go home, that someone was there waiting for us, looking for the same thing we were looking for and experiencing the same anxieties and longings.
Because love is like the water that is transformed into a cloud: it’s lifted up into the heavens, where it can see everything from a distance, aware that, one day, it will have to return to earth.
Because love is like the cloud that is transformed into rain: it is drawn down to the earth, where it waters the fields.
Love is only a word, until we decide to let it possess us with all its force.
Love is only a word, until someone arrives to give it meaning.
Don’t give up. Remember, it’s always the last key on the keyring that opens the door.

arabian night at christmas part 1



This December, me and my family travelled to United Emirates Arab then we went to Turkey (same like 2011, so i won't write about Turkey anymore except for Ankara and Pergamon.
Shall we begin?

flight EK 357 landed perfectly at Dubai International Airport almost midnight, the passenger left one by one and headed to Immigration passport control. All immigration's officer using their traditional clothes called Khandura.

After all bagage claimed, we headed to our hotel, Holiday Inn.


Dec 27th,

Hari ini kami memulai tour kami menuju abu dhabi. Perjalanan kira2 sejam, dan dari Dubai menuju Abu dhabi kami melewati Sheikh Zayed road. Jalanan ini merupakan jalanan terpanjang yang ada di UAE, menurut guide kami bila kami terus melewati jalan ini kami bisa sampai menuju Siria dan kuwait. Sheikh Zayed merupakan presiden pertama dari UAE, dia merupakan pendiri federasi bangsa-bangsa Arab. Federasi ini didirikan pada tanggal 2 desember 1971. Saat ini presiden dari UAE yaitu Sheikh Khalifa, putra dari Sheikh Zayed dan tinggal di Abu dhabi yang menjadi ibukota UAE. Wakil presiden UAE yakni Sheikh Mohammad dan tinggal di Dubai. Saat menuju Abu Dhabi kami melewati Hotel JW mariott yang merupakan hotel tertinggi di dunia saat ini dan dikatakan bahwa 10 hotel tertinggi di dunia, 6 diantaranya berada di Dubai. Trasportasi public di Dubai merupakan metro dan memecahkan rekor dunia, rute terpanjang 75km mrt tanpa masinis. Saat kami datang merupakan hari Jumat, dimana menjadi hari libur mereka. UAE ini tidak pernah dijajah sebelumnya.
JW marriott masquis, dubai

Sesampainya kami di Abu dhabi, kami langsung menuju Ferari World, sebuah theme park indoor terluas di dunia. Saya dan beberapa peserta tour lainnya langsung menuju Jet Coster tercepat dengan rute yang cukup panjang, yakni Formula Rossa. Saya mengantri hampir 2 jam! antrian selain sangat panjang terjadi kerusakan mesin sekitar 30 menit sehingga tidak dapat beroperasi. Akhirnya tiba giliran saya, saya dapat tempat duduk di belakang. Serruuu!!!! sangat cepat, tidak ada putaran terbalik namun, boleh dicoba! seru sekali! Ibu di sebelah saya setelah selesai hampir pingsan, dan pandangannya gelap mendadak.
Saya hanya sempat bermain formula rossa saja, ketika pukul sudah menunjukkan waktu dimana saya harus bergegas kembali ke meeting point dan menuju objek wisata lainnya.

rute formula rossa




ferrari display















Selanjutnya kami menuju ke herritage village, untuk melihat rumah suku baduin jaman dulu. Suku Baduin merupakan suku asli dimana pekerjaan mereka adalah nelayan. Sebelum ditemukannya minyak pekerjaan utama penduduk UAE adalah emas dan pencari mutiara, namun setelah ditemukan minyak maka UAE menjadi penghasil gas dan minyak bumi terbesar. Dikabarkan bahwa saat ini Dubai sudah tidak memiliki lagi cadangan minyak bumi, sehingga dalam beberapa tahun terakhir ini Dubai mengembangkan bisnis properti, real estate dan pariwisata sebagai sumber pemasukan devisa negara. Lain halnya dengan Abu Dhabi, yang cadangan minyaknya masih cukup hingga 100 tahun lagi, sehingga Abu dhabi menjadi penyuntik dana bagi negara-negara UAE lainnya.

Objek selanjutnya adalah Sheikh Zayed Grand Mosque,merupakan mesjid terbesar di Abu dhabi. Bagian dalam masjid ini terdapat karpet buatan tangan terbesar di dunia, lampu gantung (chandelier) yang diimport dari Munich, Jerman. Masjid ini merupakan satu0satunya masjid di Abu dhabi yang menerima pengunjung non muslim tujuan dari hal ini adalah agar pengunjung yang ingin mempelajari agama Islam dapat diperkenalkan lebih jauh lagi. Bangunan tampak luarnya sangat indah, terdapat 82 kubah yang ujungnya dilapisi emas. Saat memasuki ruangan sholat, saya lebih takjub lagi melihat ukiran dinding, lampu hias, dan semua benda yang terletak di sana. Amazing and Georgeus! Untuk dapat memasuki ruang dalam masjid ini, para wanita harus mengenakan scarf atau hijab untuk menutupi bagian kepala dan melepas alas kaki.
sheikh zayed grand mosque

chandelier from munich


tempat wudhu
Kami pun kembali menuju Dubai, namun sebelumnya kami makan malam di Spring bamboo sebuah chinese food. Untuk menuju ke hotel membutuhkan 2 jam perjalanan. Good night!